skip to main | skip to sidebar

Senin, 18 Juli 2011

Tanda-tanda Otak Mengalami Pembengkakan

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Otak merupakan salah satu organ vital yang mengatur hampir seluruh aktivitas dari organ yang ada di tubuh. Tapi beberapa hal diketahui bisa membuat otak jadi membengkak. Apa saja tanda-tanda otak bengkak?

"Otak yang membengkak bisa disebabkan oleh faktor-faktor diluar otak maupun dari otak itu sendiri," ujar Dr Wismaji Sadewo disela-sela acara promosi doktornya dengan disertasi berjudul Petanda Stres Oksidatif Pada Peningkatan Tekanan Intra Kranial di ruang Sena Pratista FKUI, Senin (18/7/2011).

Dr Wismaji menuturkan penyebab dari otak yang membengkak bisa karena kekurangan oksigen dan darah yang mengalir ke otak atau bisa juga karena faktor otak itu sendiri misalnya otak yang mengalami memar akibat cedera atau trauma.

Aliran darah dan oksigen yang terhambat bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

  1. Adanya tumor
  2. Kelainan pembuluh darah
  3. Gangguan aliran cairan otak
  4. Cedera akibat kecelakaan

Asupan oksigen dan darah yang kurang ini mengakibatkan peningkatan tekanan intra kranial yang jika tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan hipoksia akut dan berakibat gangguan seluruh sistem seluler.

"Hipoksia murni juga bisa terjadi akibat keracunan gas CO di dalam otak yang membuat otak membengkak," ujar dokter yang lulus dari program dokter spesialis bedah saraf FKUI pada tahun 2005.

Dr Wismaji menuturkan gejala yang timbul dari pembengkakan otak ini adalah:

  1. Sering sakit kepala
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Menurunnya kesadaran dan bahkan bisa pingsan.

Untuk menangani peningkatan tekanan intra kranial di otak bisa dilakukan beberapa hal tergantung dari pola peningkatan tekanan tersebut yaitu:
1. Jika ringan maka diberikan obat-obatan dan disaraankan posisi tidurnya tegak 30 derajat sehingga memudahkan cairan keluar dari otak.

2. Jika sedang biasanya diberikan obat dan tindakan yang agak sedikit agresif yaitu memberikan obat diuretik untuk membantu mengeluarkan cairan dari dalam tubuh.

3. Melakukan tindakan hiperventilasi dengan cara menidurkan pasien dan diberikan alat bantu pernapasan.

4. Pasien dibuat koma sehingga metabolismenya menurun, kondisi ini akan membuat kebutuhan darah dan oksigennya sedikit sehingga bisa tercukupi. Karena jika metabolismenya tinggi maka kebutuhan darah dan oksigen juga meningkat.

5. Melakukan operasi untuk membuka tulang tengkoraknya sehingga otak nantinya hanya akan dilapisi kulit. Jika pembengkakan otak sudah berkurang maka tulang tersebut akan dipasangkan kembali.

"Bagi orang yang berisiko mengalami peningkatan tekanan intra kranial biasanya tidak boleh mengejan, batuk atau bersin. Karena kondisi ini bisa meningkatkan tekanan intra kranial yang jika terjadi secara drastis bisa menyebabkan kematian," ungkapnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...